Ada hubungan apa antara TBC atau penyakit Tuberkulosis dengan gizi…?? Sepintas tidak ada ya, tetapi coba perhatikan, di setiap pemberian nasehat tentang penyakit, pasti disertakan kalimat “banyak makan ya” sebenarnya kalimat yang lengkap seharusnya adalah
Banyak makan makanan yang bergizi ya supaya cepat sembuh.
Sebenarnya tidak hanya penyakit tuberculosis yang memerlukan penyembuhan dengan bantuan kecukupan gizi yang baik. Bisa dikatakan hampir semua penyakit memerlukan bantuan gizi yang baik untuk mempercepat penyembuhannya. Cuma pada artikel ini kita tekankan khusus pada penyakit tuberculosis. Karena disamping cara penularannya sangat cepat, pengobatannya juga lama dan itu pun masih ada yang tetap tidak sembuh sempurna.
Risiko penularan penyakit tuberculosis di Indonesia setiap tahunnya berkisar antara 1-3%. Dan angka ini cukup tinggi, sebagai gambaran, risiko penularan 1% artinya diantara 100.000 penduduk rata-rata ada 100 penderita tuberculosis setiap tahunnya. Dan dari 100 orang penderita TBC hampir 50 orang BTA positif, sehingga menimbulkan angka penularan yang cukup tinggi. BTA positif artinya dahak penderita tuberculosis masih mengandung kuman TBC yang berpotensi menularkan penyakit TBC ke orang lain lewat percikan dahaknya. Dan di sinilah peran gizi dalam penyakit ini.
Penderita TBC sering batuk atau pun bersin yang mengeluarkan dahak. Infeksi awal terjadi saat seseorang pertama kali nya menghirup dahak penderita TBC yang BTA positif. Kuman yang terhirup sangat kecil sehingga dapat melewati system pertahanan alami saluran pernapasan dan terus berjalan sampai di paru-paru kemudian menetap di sana. Setelah terjadi infeksi awal, selanjutnya tergantung dari banyaknya kuman yang masuk dan respon daya tahan tubuh.
Banyaknya kuman yang masuk, maksudnya meskipun orang tersebut memiliki daya tahan tubuh yang baik jika terus terpapar kuman setiap hari karena, misalnya ada anggota keluarganya yang tekena TBC, maka bisa terjadi pertahanan tubuhnya jebol. Respon daya tahan tubuh yang baik dapat menghentikan perkembangan kuman TBC, sehingga orang tersebut tidak menderita TBC. Meskipun demikian, terkadang ada beberapa kuman yang akan menetap sebagai kuman persisten atau kuman tidur. Dan pada saat daya tahan tubuh melemah, maka kuman akan berkembang biak sehingga orang tersebut menjadi penderita TBC.
Oleh karena itu asupan gizi yang baik diperlukan setiap waktu dan terutama pada saat orang tersebut sedang sakit.
Tips yang akan disampaikan :
- Perhatikan pola makanan dangan gizi yang baik. Gizi yang baik tidak harus mahal.
- Segera periksakan diri ke puskesmas jika
- Batuk terus menerus dan berdahak selama atau lebih 3 minggu
- Batuk darah
- Dahak bercampur darah
- Sesak napas dan nyeri dada
- Badan lemah, tidak napsu makan,berat badan turun terus
- Keringat malam meski tanpa aktivitas
- Demam lebih dari sebulan
Dan jangan lupa jika di lingkungan atau bahkan di keluarga kita ada yang mengalami keadaan seperti yang di atas, maka segera beri dorongan untuk memeriksakan diri seawal mungkin. Karena menunda pengobatan penyakit TBC berarti memperpanjang rantai penularan penyakit tersebut.
| Selanjutnya > |
|---|



Komentar
bentuk konkrit dari gizi TB tu apa sja y? maksudnya komposisi+freku ensi nutrisinya itu gmna…
trmksh Quote
RSS feed untuk komentar artikel ini.